BeritaKalimantan Barat

Diduga Siluman, Proyek Penimbunan dan Pemasangan Paping Blok, di SDN 12 MHS Milik Disdik Ketapang Tak Transfaran

×

Diduga Siluman, Proyek Penimbunan dan Pemasangan Paping Blok, di SDN 12 MHS Milik Disdik Ketapang Tak Transfaran

Sebarkan artikel ini
Foto : Kondisi Fisik Proyek Penimbunan dan Pemasangan Paping Blok di SDN 12 Tak Transparansi.

Views: 1.3K

KETAPANG, JAPOS.CO – Ditemukan sebuah Paket Pekerjaan Penimbunan dan Pemasangan Paping Blok serta Pembuatan Saluran Milik Dinas Pendidikan yang berlokasi di Jalan Rahadi Usman No.169 Desa Sungai Bakau, Persisnya Proyek ini terletak di SDN 12 Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Paket Kegiatan yang sedang dikerjakan oleh Pemborong (Kontraktor) nya ini dipertanyakan terkait Sumber Dana yang mereka pergunakan apakah merupakan Proyek Tahun Anggaran 2025 saat ini ataukah Pekerjaan TA 2024 lalu yang baru dilaksanakan sekarang, tentu wajar jika pekerjaan ini dikatakan proyek Siluman sebab dilokasi tak ada terlihat papan plang kegiatan yang dipasang, perihal inilah yang menjadi pemicu disorotnya proyek tersebut.

Paket Pekerjaan ini ditemukan secara tak disengaja pada Hari Kamis Tanggal 27 Februari 2025 oleh salah seorang Sumber yang berinisial Tfk ketika melakukan penelusuran terhadap proyek yang dimaksud dilokasi SDN 12 MHS itu.

Sumber Tfk mengatakan bahwa, “Penimbunan dan Pemasangan Paping Blok serta Pembuatan Saluran Air di SDN 12 Sungai Bakau jelas-jelas Siluman tak bisa diketahui baik Anggaran mau CV. Pelaksananya, aneh sekali apakah ini merupakan Paket Pekerjaan yang mempergunakan Biaya Anggaran 2025 atau Paket Tahun 2024 lalu, Pastinya proyek ini masih sedang dalam proses pengerjaan aneh dan sangat tak masuk diakal jika mendahului Proyek TA 2025 dan bahkan seandainya Pekerjaan ini merupakan Proyek TA 2024 lalu kenapa baru dilaksanakan sekarang, Kuat diduga Paket ini adalah merupakan Proyek Kucing-kucingan dan jelas siluman sebab tak ada papan kegiatan yang dipasang dilokasi,” kata Tfk kepada Japos.co Rabu (05/03).

Lantas Tfk mengkonfirmasi Kepala Sekolah SDN 12 Sungai Bakau MHS tersebut pada Hari itu juga Kamis 27 Februari 2025.

Kepsek SDN 12 MHS mengatakan kepada Saya (Tfk) bahwa, “Kepsek mengakui dan mengatakan Kalau kedua pekerjaan yang ada di Sekolahan itu dirinya tidak tau nama Kontraktor yang mengerjakannya baik yang diproyek paping blok maupun yang dipekerjaan Saluran Air Kedua Proyek tersebut dlaksanakan masing-masing Pemborong dan mengenai Biaya Anggarannya menurut Kepsek adalah merupakan Sisa Anggaran Tahun 2024 entah sisa Murni atau di Perubahan Saya tidak tau persis intinya pekerjaan tersebut sudah dan sedang dikerjakan saat ini mengenai papan plang dari awal Saya Tak pernah melihatnya,” kata Kepsek SDN 12 kepada Sumber Tfk Kamis (27/02), lalu disampaikan kepada Japos.co Rabu (05/03) dan sesuai juga dengan rekam vidio.

Dalam Rekam Vidio dari awal hingga berakhir konfirmasi yang dilakukan Tfk sejauh ini didalam pembicaraannya, “Kepsek tidak ada menyebutkan adanya kendala banjir yang diakibatkan faktor cuaca (kejidian alam) selama proses pengerjaan itu, bahkan Kepsek Tak ada menyebutkan sudah berapakali dilakukan perbaikan terhadap Pekerjaan di SDN 12 yang dipimpinnya tersebut,” ujar Tfk menyampaikan hasil konfirmasinya dengan Kepsek kepada Japos.co Rabu (05/03).

Kemudian Kamis Tanggal 06 Maret 2024 Tfk mengkonfirmasi Disdik Ketapang dan info yang didapatnya dari PPTK maupun PPK, terkait keterlambatan selesainya proyek Penimbunan Pemasangan Paping Blok itu, menurut PPTK, PPK bahwa, “Pekerjaan itu terlambat selesai proses pengerjaannya disebabkan ada terkendala faktor kejadian alam (banjir), malahan sudah dua, tiga kali dilakukan perbaikan terhadap pekerjaan tersebut,” jelas Tfk menyampaikan hasil pembicaraannya dengan PPTK dan PPK Disdik pada Japos.co Kamis (06/03).

Hasil dari kedua konfirmasi yang telah dilakukan oleh Tfk bersama Kepsek SDN 12 MHS dan PPTK, PPK ditempat yang berbeda ini, ternyata jelas sangat Tak Singkron sementara Kepsek mengatakan bahwa, Proyek Paping Blok dan Saluran Air ini adalah mempergunakan Biaya Sisa Anggaran 2024, sedangkan PPTK, PPK Disdik mengatakan bahwa Proyek tersebut merupakan Proyek Anggaran 2024, Namun baru dikerjakan sekarang keterlambatan pekerjaan ini akibat banjir, Jelas ini sangat tidak transfaran kuat diduga adanya upaya penggelapan data serta penyalahgunaan anggaran demi kepentingan,” tutur Tfk kepada Japos.co.

“Pinta Tfk kepada Inspektorat dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) serta Pihak yang terkait lainnya agar segera mengaudit dan Memeriksa kembali terhadap Paket Proyek yang diduga Tak transfaran Milik Disdik Ketapang yang dimaksud tersebut,” tutup Tfk.

Hingga berita ini diterbitkan terkait permasalahan yang dimaksud inisial Tfk tersebut, Sejauh ini upaya penelusuran pengumpulan data dan unformasi masih terus dilakukan.(M HARISY).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *