Views: 64
PEKANBARU, JAPOS.CO – Polda Riau melalui Gugus Tugas Polri menggelar panen raya jagung pipil tahap pertama di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (26/2/2025). Program ini merupakan upaya mendukung ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif.
Kapolda Riau, Irjen Pol M. Iqbal, menyampaikan bahwa panen ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam mendukung ketahanan pangan. Lahan seluas lebih dari 41 hektare yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini telah ditanami jagung pipil, dengan hasil panen tahap pertama mencapai 156,64 ton.
“Estimasi hasil panen dari satu hektare mencapai empat ton. Total panen kali ini mencapai 156,64 ton di seluruh jajaran Polda Riau. Hasil ini langsung didistribusikan ke pabrik untuk diolah menjadi pakan ternak dan tepung,” ujar Irjen M. Iqbal.
Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas negara. Oleh karena itu, Polda Riau tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga telah menyiapkan proses hilirisasi agar hasil panen dapat langsung diolah dan dimanfaatkan.
“Kami sudah siapkan mekanisme hilirisasi agar panen ini bisa langsung diolah. Ini merupakan bagian dari misi mulia Presiden RI Prabowo Subianto yang tertuang dalam delapan butir Asta Cita,” jelasnya.
Pihak swasta juga turut mendukung langkah Polda Riau dalam optimalisasi hasil panen jagung. Fedra Yuniza, pimpinan PT Widya Jaya Grup, mengapresiasi upaya ini dan menyatakan komitmennya dalam menyerap hasil panen jagung pipil dari Riau.
“Biasanya, kami mengambil pasokan jagung dari Gorontalo dan Sumbawa. Namun, ini pertama kalinya kami menerima jagung dari Riau, dan ini sangat luar biasa. Saat ini, kebutuhan pakan ternak kami mencapai 400 ton per hari, sehingga semua hasil panen jagung dari Riau akan kami serap,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ferdy dari PT Widya Jaya Grup menegaskan bahwa pihaknya siap menampung seluruh hasil panen jagung dari petani dan Polda Riau.
“Kami berkomitmen untuk membantu proses hilirisasi dan siap membeli jagung dalam jumlah berapa pun. Satu kilogram jagung akan kami beli seharga Rp5.000. Kami pastikan tidak ada hasil panen yang terbengkalai,” tegasnya.
Program panen raya ini diharapkan dapat menjadi solusi ketahanan pangan di Riau serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Selain itu, kolaborasi antara Polda Riau dan pihak swasta juga membuka peluang baru dalam mendukung industri pangan lokal.(AH)