Views: 581
CIAMIS, JAPOS.CO – Bertempat di Situs Sanghyang Cipta Permana Prabu Digaluh Salawe Cimaragas tepatnya Dusun Tunggul Rahayu RT.24 RW.29 Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, digelar acara Misalin. Minggu, (12/03).
Misalin terdiri dari dua kata, mi berarti kegiatan atau melakukan, sedangkan salin artinya mengganti. Makna dari Tradisi ini adalah sebuah kegiatan untuk mengganti perilaku untuk lebih baik lagi menjelang bulan Ramadhan.
Proses Tradisi Misalin diawali dengan membersihkan situs dan makam leluhur di Situs Bojong Galuh Salawe. Kemudian pada malam harinya, panitia tradisi menggelar ngadamar, berkeliling kampung memberitahukan kepada warga bahwa besok hari akan digelar Misalin.
Puncak dari Tradisi ini adalah melakukan tawasul dan doa bersama di area makam para leluhur. Selanjutnya saling bersalaman antar warga, lalu makan bersama sebagai wujud kebersamaan sesama warga. Kemudian diakhiri dengan atraksi budaya dengan mempertontonkan kesenian khas Kecamatan Cimaragas yang dipertunjukkan oleh Padepokan Apun Pagergunung, Komunitas Kolotik Cimaragas, Padepon Sinar Macan Lugay, Rudat Sawargi, Kawargian Bakti Karya, Genjring, yang dipersembahkan Korwil Cimaragas/SMAN I Cimaragas.
Acara dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, S.Ag.MM, Muspika, Kepala Desa Cimaragas, Tokoh Adat, Tokoh Agama.
Menurut Kabid Disbudpora Kabupaten Ciamis, Ayi Daud, kegiatan ini merupakan sebuah pengabdian dari masyarakat Tatar Galuh Ciamis. Selain itu yang di ziarahi salah seorang raja dan para mantan bupati. “Di Tatar Galuh ada tiga kerajaan, yaitu Kertabumi, Kawasen, Salawe. Sedangkan prosesi Misalin ini diawali dengan kegiatan menggambar yaitu dalam istilah Bahasa Sunda Ngabewarakeun,” tuturnya.
Perlu diketahui, tradisi Misalin di Situs Galuh Salawe, Desa Cimaragas, Kecamatan Cimaragas ini telah ditetapkan dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat. (Mamay)