BeritaJawa Tengah

RS Anugrah Dan Permadani Gelar Bhakti Spsial Scrinning Mata Dan Oprasi Katarak Gratis

×

RS Anugrah Dan Permadani Gelar Bhakti Spsial Scrinning Mata Dan Oprasi Katarak Gratis

Sebarkan artikel ini
Warga masyarakat Nimati scrining Mata Gratis di RS Anugrah Kota Pekalongan

Views: 1.1K

KOTA PEKALONGAN, JAPOS.CO – Harapan untuk melihat dunia dengan jelas kembali hadir bagi puluhan warga Kota Pekalongan dan sekitarnya. Rumah Sakit Anugerah Kota Pekalongan, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia ( PERDAMI ) Jawa Tengah, menggelar bakti sosial skrining kesehatan mata dan operasi katarak gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata masyarakat sekaligus upaya menekan angka kebutaan akibat katarak, berlangsung di Aula Rumah Sakit Anugerah setempat, Jumat (21/2/2025).

Turut hadir owner Rumah Sakit Anugerah Pekalongan, dr Riyadi Heru Setiawan, Sp.OG, beserta jajaran, para dokter spesialis mata, masyarakat penderita katarak didampingi keluarganya.

Ketua Panitia sekaligus Manajer SDM pada Rumah Sakit Anugerah Kota Pekalongan, dr Pamungkas Tunggul N,M. MedPH mengungkapkan bahwa, kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Rumah Sakit Anugerah ini menyasar bagi masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya yang kurang mampu dan belum memiliki jaminan kesehatan. Adapun rangkaian kegiatan ini sudah dimulai pendaftarannya sejak 10-13 Februari 2025, dilanjutkan skrining awal pada tanggal 15 Februari 2025, skrining lanjutan pada 21 Februari 2025. Sementara, untuk pelaksanaan operasi katarak dilakukan pada 22 Februari 2025 dan pengobatan pasca operasi tanggal 23 Februari hingga kontrol 3-5 Maret 2025. Kegiatan ini tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Sedianya acara ini dilaksanakan di Bulan Desember, namun karena suatu hal dan demi persiapan yang matang, maka baru kali ini dilaksanakan dengan kerja sama PERDAMI Jawa Tengah dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dan belum tercover jaminan kesehatan,”ucapnya di sela-sela kegiatan skrining lanjutan kesehatan mata.

Menurutnya, proses skrining meliputi pemeriksaan komprehensif oleh dokter mata dari PERDAMI Jateng. Pasien yang memenuhi syarat langsung dijadwalkan untuk operasi keesokan harinya yang dilakukan dengan metode fakoemulsifikasi yang tersedia di Rumah Sakit Anugerah. dr Pamungkas Tunggul menyebutkan, pada saat skrining awal ada 106 pendaftar, kemudian diseleksi lagi menjadi 64 peserta yang mengikuti skrining lanjutan untuk selanjutnya dipilih lagi 50 kuota peserta yang memenuhi syarat untuk dilakukan operasi katarak. Pada skrining lanjutan ini, peserta juga diperiksa tekanan dan gula darah, hingga pemeriksaan kemampuan melihat. Bagi mereka yang lolos tahap ini, maka bisa dilakukan operasi keesokan harinya.

“Kegiatan ini juga bekerjasama dengan PT Sidomuncul dan Kodim 0710/Pekalongan melalui para babinsa yang ikut mengakomodir 22 orang peserta untuk dilakukan skrining. Mengingat, sasarannya adalah masyarakat kurang mampu, maka ada syarat yang harus dilampirkan yaitu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),”ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan PERDAMI Jawa Tengah, dr. Adi Pradesta Irfandi, Sp.M menerangkan, katarak menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Namun, penyakit ini masih bisa ditangani melalui operasi. Katarak adalah suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari.

“Pentingnya deteksi dini penyakit mata. Pasalnya, seringkali masyarakat menganggap kabur penglihatan adalah hal biasa karena faktor usia. Padahal, dengan penanganan yang tepat, penglihatan bisa dipulihkan,”ujar dr. Adi.

dr Adi menilai, tingkat kesembuhan melalui operasi katarak ini hasilnya rata-rata baik diatas 70 persen, dengan syarat syaraf mata dalam kondisi normal. Sebagian besar bisa tertangani, namun yang namanya tindakan operasi ada potensi resikonya. Kendati demikian, dengan adanya skrining yang dilakukan secara teliti ini bisa meminimalisir resiko-resiko tersebut. Berdasarkan data, penderita katarak di Jawa Tengah sebanyak 2,4 persen dari total penduduk Jawa Tengah. Mayoritas penderita memang berasal dari kalangan usia senja diatas 50 tahun.

“Penyebab utama penyakit katarak ini memang dari faktor usia (proses penuaan). Dengan bertambahnya usia, lensa menjadi semakin tebal dan tidak fleksibel. Hal tersebut menyebabkan gumpalan protein dan mengurangi cahaya yang masuk ke retina, sebuah lapisan yang sensitif terhadap cahaya yang terletak di belakang dalam mata. Kondisi tersebut pada akhirnya menyebabkan pandangan kabur dan tidak tajam. Selain itu, faktor lain adalah seringnya terpapar sinar ultraviolet (UV) yang berasal dari matahari,”bebernya.

Pihaknya menghimbau, untuk mencegah katarak, masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan secara berlebih di siang hari terutama pada saat terik matahari. Jikalaupun terpaksa harus ke luar ruangan, sebaiknya menggunakan topi atau kacamata pelindung anti UV, serta perbanyak mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan antioksidan dan vitamin A dan C yang sangat bagus untuk kesehatan mata.

“Alhamdulillah di klinik mata Rumah Sakit Anugerah ini walaupun tergolong baru, sudah ada metode fakoemulsifikasi yang mampu memberikan pelayanan operasi katarak dengan sayatan kecil, sehingga mengurangi resiko infeksi pasca operasi dan prosedur maupun masa penyembuhannya lebih cepat,”paparnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh salah satu keluarga peserta skrining dan operasi katarak mata, Prandita Putri Santoso, warga Perumahan Griya Tirta Asri Tirto, Kota Pekalongan yang tengah mengantarkan ayahnya untuk skrining kesehatan mata dan operasi katarak. Ia mengaku, ayahnya sudah menderita katarak sejak setahun terakhir.

“Mata sebelah kiri beliau pandangannya ngeblur (kabur), tidak terlihat jelas pada saat membaca, dan untuk aktivitas berjalan cukup kesulitan. Sebelumnya, sudah pernah periksa ke salah satu rumah sakit di Semarang, dan kebetulan kali ini di Rumah Sakit Anugerah Kota Pekalongan ada baksos skrining dan operasi katarak gratis, akhirnya Saya coba daftarkan ayah Saya,”katanya.

Ia mengaku bersyukur, pada saat skrining awal, ayahnya dinyatakan lolos memenuhi syarat untuk skrining lanjutan. Dirinya mengapresiasi adanya kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Sakit Anugerah Kota Pekalongan bekerjasama dengan PERDAMI Jawa Tengah, khususnya dalam rangka membantu masyarakat kurang mampu untuk skrining dan operasi katarak secara gratis. Dirinya berharap, di rumah sakit yang lain bisa ada kegiatan serupa. Sebab, masih banyak pasien katarak yang membutuhkan pengobatan dan belum tercover jaminan kesehatan.

“Terlebih, selain pemeriksaan dan operasi katarak gratis, ditindaklanjuti juga dengan pengobatan dan kontrol pasca operasi tanpa dipungut biaya. Kalau ayah Saya memang lolos skrining lanjutan ini, kami dari pihak keluarga sudah bersedia jika diharuskan tindakan operasi agar mata ayah Saya setidaknya bisa jauh lebih baik lagi penglihatannya,”pungkasnya(sofi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *