Views: 2.2K
SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Masih di tengah suasana hari Natal, justru di kotori oleh aksi demo Warga, yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bosar Nauli Peduli Jeritan Rakyat untuk meminta agar Kepala Desa(Pangulu)Bosar Nauli Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun di tangkap dan di proses Hukum.
Aksi yang di pimpin oleh pemimpin aksi, Susilo Admaja Purba, berlangsung di tiga tempat,yaitu di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagori(Desa)DPMN, kantor Bupati Simalungun, dan kantor Polres Simalungun, pada hari Jumat tanggal ( 27/12/2024) sekira pukul 10.30 wib. hingga selesai.
Diduga aksi demo tersebut untuk kepentingan oknum, untuk menjatuhkan pemerintahan Nagori Bosar Nauli, di bawah pimpinan Heppi Sidauruk.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu warga Simalungun yang berisinial BS yang ikut menyaksikan aksi demo tersebut.
“Saya rasa aksi demo ini, bukan karna jeritan rakyat disana.lihat aja wajah mereka ceria banget dan pakaian mereka bagus gitu,” ungkapnya kepada awak media.
Lanjut BS, warga yang ikut demo, tidak semua warga Bosar Nauli, justru terlihat di antara mereka berasal dari Tanah Jawa, Jawa Maraja Bah Jambi,Buntu Turunan bahkan ada yang berasal dari Siantar
“Saat saya hadir disana, saya tanyain mereka, ternyata ada sebagian bukan warga Bosar Nauli dan nampaknya yang melakukan orasi tadi ditempat kantor DPMN bukan mahasiswa yang berasal dari Bosar Nauli dan ada pula anak anak di ikutkan untuk demo, khan lucu bang,” terangnya.
Dari delapan, tuntutan pada aksi demo itu di kantor DPMN, dianggap tidak masuk akal, pasalnya point 4, menurut mereka, pangulu Heppy Sidauruk tidak berpihak kepada warganya, namun lebih membela warga luar, karna iming iming uang, dan bahkan point 5 , menuduh suami pangulu memalsukan dokumen.
“Coba lihat bang, point 4 ini, putusan Mahkamah Agung dari pusat menetapkan atas nama Tarianus Sinaga menang perkara atas kepemilikan tanah di Bosar Nauli.lagi itu sudah putusan MA, bukan putusan pangulu, dan soal pemalsuan dokumen di point 5, tak mungkinlah suami pangulu itu melakukannya, yang benar benar ajalah,” tutupnya kepada awak media ketika di konfirmasi. pada jumat tanggal 27 Desember 2024.
Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Bosar Nauli Peduli Jeritan Rakyat, tidak hanya mengumpulkan orang orang dewasa, namun juga melibatkan anak anak di bawah umur yang tidak mengerti apa apa demi sebuah arogansi dan demi kepentingan oknum tertentu, untuk mengacaukan Warga Bosar nauli dan pemerintah nagori dalam hal ini.di pimpin oleh Heppi Sidauruk.
Tuduhan yang di alamatkan kepada Heppi Sidauruk seperti pemimpin yang arogansi dan tidak menganyomi masyarakatnya sendiri, padahal Heppi Sidauruk ketika di konfirmasi mengatakan bahwa apa yang di tuduhkan kepada nya tidak manusiawi dan sangat mengada ada.
“Bayangkan ajalah bang, masa mereka menuduh saya sebagai pangulu, arogansi dan tidak menganyomi masyarakatnya sendiri, padahal sejak saya jadi pangulu saya bekerja selalu mengutamakan kepentingan masyarakat, tapi mereka menuduh yang bukan bukan,” ungkapnya.
Selanjutnya Ketua Lembaga Pengawasan Penyelenggara dan Pelayanan Publik (LP4) Sumatera Utara Pahala Sihombing, mengatakan, tidak percaya seperti apa yang di tuduhkan kelompok pendemo tersebut.
“Saya secara pribadi tidak yakin kalau pangulu melakukan hal hal kotor seperti yang dituduhkan kelompok ini, Pangulu bosar Nauli tidak sejahat apa yang dituduhkan mereka terhadapnya. Tetapi menurut saya demo kelompok ini tidak murni masyarakat bosar Nauli tetapi ada warga Nagori lain, atau kelompok bayaran sehingga boleh dikatakan bahwa telah ditunggangi oknum yang berkaitan dengan kepentingan kepemilikan hak atas tanah milik Tarianus yang telah di menangkannya di Mahkamah Agung Republik Indonesia dan sudah incrah(berkekuatan tetap). Jika mereka keberatan dah sah saja keberatan atau menempuh jalur hukum tapi kalau memang tidak terbukti sah sah saja nanti pangulu bosar Nauli balik membuat Pengaduan pencemaran nama baik terhadap pejabat maupun perorangan,” ucap Pahala mengakhiri.
(R Sirait)