Scroll untuk baca artikel
BeritaSulawesi Selatan

Camat Mandai Resmi Membuka Kegiatan Pelatihan Batik Tulis dan Batik Shibori

×

Camat Mandai Resmi Membuka Kegiatan Pelatihan Batik Tulis dan Batik Shibori

Sebarkan artikel ini
Camat Mandai Andi Chaebar membuka pelatihan memvatik di Aula Kantor Desa Tenrigangkae.

Views: 188

MAROS, JAPOS.CO –  Camat Mandai Andi Chaebar secara resmi membuka kegiatan peningkatan kapasitas pelatihan Batik Tulis dan Batik Shibori yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai Kabupaten Maros pada Minggu (29/12/24).

Advertisement
scroll kebawah untuk lihat konten

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang mewakili Kepala Dinas PMD, Kepala Desa Tenrigangkae H. Wahyu Febri, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kang Asep Hidayat, serta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tenrigangkae Hj. Sri Hastuti Hilli.

Dalam sambutannya, Camat Mandai Andi Chaebar, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam mengembangkan keterampilan kreatif yang bernilai ekonomis tinggi.

“Pelatihan ini bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa,” ungkapnya.

Kepala Desa Tenrigangkae, H. Wahyu Febri, juga memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kecamatan dan Dinas PMD. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi awal bagi masyarakat untuk lebih berdaya saing, terutama dalam sektor ekonomi kreatif.

Pelatihan Batik Tulis dan Batik Shibori ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan menghadirkan instruktur yang berpengalaman. Para peserta akan diajarkan teknik dasar hingga lanjutan dalam pembuatan batik, baik secara manual maupun modern.

<span;>Acara ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang antusias mengikuti pelatihan dengan harapan dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah desa dan kecamatan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pelestarian budaya lokal.(kim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *