BeritaTangerang

Pegawai Desa Sukamanah Dituding Arogan, Warga Minta Solusi Proyek SPAL

×

Pegawai Desa Sukamanah Dituding Arogan, Warga Minta Solusi Proyek SPAL

Sebarkan artikel ini
Kantor Desa Sukamanah Kec Rajeg Tangerang Banten

Views: 1.6K

TANGERANG, JAPOS.CO – AG seorang warga Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang Banten mengungkapkan rasa kecewa dan geram atas tindakan yang dianggap arogan dari salah satu staf Desa Sukamanah terkait proyek Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).

AG saat di temui Japos.co mengatakan dirinya meminta pihak terkait segera menangani masalah ini.

Peristiwa ini bermula ketika proyek SPAL dilaksanakan di depan rumah AG Menyadari potensi banjir akibat sistem pembuangan drainase yang kurang memadai, AG mendatangi pihak desa untuk mencari solusi agar dampak tersebut bisa diantisipasi. Namun, alih-alih mendapatkan respons yang baik, ia mengaku justru mendapat perlakuan kasar dari salah satu staf desa berinisial M

Ia sebagai warga yang terdampak menyampaikan keluhannya kepada staf Desa Sukamanah. M salah satu staf desa, disebut bertindak arogan dan tidak memberikan solusi yang diharapkan oleh AG

Kejadian ini terjadi di Desa Sukamanah, tepatnya di depan rumah AG, di tengah pengerjaan proyek SPAL.

Masalah ini muncul karena AG  merasa khawatir proyek SPAL yang dikerjakan di depan rumahnya akan menyebabkan banjir jika tidak dirancang dengan baik. Permintaan solusinya tidak ditanggapi dengan bijaksana, malah berujung pada tindakan yang dinilainya arogan.

AG merasa dirugikan secara emosional atas perlakuan kasar yang diterimanya. Selain itu, ia khawatir proyek yang tidak dikelola dengan baik akan merugikan lingkungan di sekitarnya.

Dirinya meminta instansi terkait, baik pemerintah desa maupun dinas yang berwenang, segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami harap ada solusi yang adil agar proyek ini tidak berdampak buruk pada warga sekitar. Sikap arogan dari staf desa juga harus mendapat perhatian,” ujarnya.

Masalah ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat dalam pelaksanaan proyek pembangunan agar tidak terjadi konflik yang merugikan semua pihak.

Selain itu, AG menambahkan, ia ketemu dengan pengawas pelaksana dan minta Solusi agar air tidak masuk ke rumah. Jawaban pengawas saya tidak tahu itu urusan orang Desa.

Hingga saat ini pihak Desa tidak ada tanggung jawab sebagai kepanjangan dari pemborong.(Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *