Views: 2.2K
KETAPANG, JAPOS.CO – Jembatan Sungai Sarap Rt.12 Dusun Batu Kambing Desa Petai Patah Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang Prov. Kalimantan Barat. Jembatan ini sudah sempat berapa kali direnovasi (direhab) bersama oleh masyarakat dan salah satu Perusahaan serta melalui peran aktifnya Kepala Desa Petai Patah, namun dikarenakan perbaikan ini hanya bersifat swadaya dan sementara maka mutu ketahanan jembatan ini tidak dijamin bisa mampu bertahan sekian lama, dan bahkan sebenarnya untuk angkutan yang melebihi kapasitas sudah jelas jembatan tersebut tak sanggup mempertahankan dirinya untuk digoyang oleh kendaraan roda empat yang membawa beban yang sangat berat.
“Sudah yang ke 4 kali Jembatan Sungai Sarap ini diperbaiki oleh Kades Petai Patah dan Masyarakat Dusun Batu Kambing serta Melibat salah satu Perusahaan, Namun alhasilnya Jembatan ini kembali mengalami runtuh alias ambruk sehingga menyebabkan aktivitas lintasan antar desa kedesa dan ke Kecamatan Hulu Sungai itu menjadi lumpuh total, tentu hal ini menjadi tanda tanya banyak kalangan masyarakat sementara Jembatan Sungai Sarap ini adalah merupakan Aset Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Ketapang, sewajarnya melalui staf bidang ahlinya yaitu Dinas Pekerjaan Umum atau yang terkait lainnya wajib mengambil tindakan yang pantas terhadap Jembatan Utama sebagai Penghubung antar Kecamatan dan dari Desa ke Desa tersebut sehingga menjadi Jembatan yang Layak Berstandar Nasional, Jika hanya mengandalkan uluran gotong royong hasil dari swadaya masyarakat sudah tentu hasilnya jelas masih tetap seperti kejadian yang sudah dialami sebelumnya ambruk dan ambruk,” kata Kades Petai Patah dan Warga setempat serta Tokoh Masyarakat kepada Japos.co Kamis (05/12).
“Memang sudah sempat diberitakan beberapa waktu lalu terkait ambruknya Jembatan Sungai Sarap itu, dan bahkan sudah sekian hari lamanya Jembatan ini sengaja belum diupayakan untuk diperbaiki sebab seakan percuma saja karena hasilnya jelas tidak memuas buat masyarakat umum lainnya bahwa khusus bagi pengusaha-pengusaha yang aktif memakai kendaraan roda empat (truk besar) dipastikan tak diizinkan melewati Jembatan itu dikarenakan beban muatannya sangatlah berat artinya sudah pasti akan dikomplain oleh warga setempat bahkan kuat diduga akan menimbulkan problema sosial,” ucap Kades Petai Patah.
“Untuk itu terkait permasalahan Jembatan Sungai Sarap ini, “Kami segenap Warga dan Tokoh Masyarakat Dusun Batu Kambing Desa Petai Patah sangat berharap terhadap perhatiannya supaya bisa menganggarkan serta diprioritaskan diperiode Tahun Anggaran 2025 ini sebab Kami sudah cukup lama menantikan sentuhan uluran campur tangan Pemerintah Daerah agar Jembatan tersebut menjadi sempurna dan layak sehingga semua kendaraan yang bermuatan berat baik roda enam maupun roda empat dan lainnya bisa nyaman ketika melintasi Jembatan tersebut,” ujar Kades Petau Patah.
Kemudian hari ini Kamis Tanggal 05/12/2024 Japos.co juga ada mendapat informasi dari Warga setempat dan Khususnya Masyarakat Rt. 12,13 Dusun Batu Kambing Desa Petai Patah Kecamatan Sandai mengambil langkah untuk memperbaiki Jembatan Sungai Sarap yang rusak total itu.
“Kami atas inisiatif Masyarakat membuat Jembatan alternatif demi untuk anak sekolah dan orang sakit supaya mempermudahkan memperlancar aktivitas lalu lintas bersama, membikin jembatan darurat dulu agar bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat bekerja sama dengan cara gotong royong sebagai penanggung jawab membuat jembatan sementara ini adalah Saya dan Masyarakat Dusun Batu Kambing Desa Petsi Patah,” tutur Suhaimi kepada Japos.co Kamis (05/12).
“Jembatan Sungai Sarap selama ini dibangun oleh CSR Perusahaan sudah berapa kali melalui sentuhan Kedes Normansyah dan sudah berusaha semaksimalnya dilakukan upaya perbaikannya, namun dikarenakan bukan mempergunakan anggaran khusus Pemerintah jadi jembatan ini walaupun lumayan tahan akan tetapi tidak menjamin cukup lama mampu bertahan ditambah lagi muatan kendaraan roda empat yang lewat melebihi kapasitasnya, lalu kami selama ini jika menunggukan Pemerintah yang membangunnya entah sampai kapan bahkan hingga sekarang terjadi ambruk lagi, Kades dan CSR Perusahaan serta warga dan tokoh masyarakat sudah sering berbuat untuk membantu Pemerintah namun dimana kebijakan Pemerintah terhadap Jembatan Milik Daerah Kabupaten Ketapang ini seakan tutup mata tak mau mengubris untuk meluangkan Biaya Anggarannya terhadap Jembatan Sungai Sarap tersebut,” ungkap Suhaimi.
Kades Petai Patah (Normansyah) juga mengatakan bahwa, “Semoga di Periode Tahun Anggaran 2025 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang bisa meluangkan waktu dan Anggarannya terhadap Jembatan Sungai Sarap tersebut supaya bisa mempermudahkan kelancaran aktivitas Masyarakat dari Desa ke Desa dan Kecamatan Sandai ke Kecamatan Hulu Sungai agar Jembatan itu menjadi layak untuk dilalui oleh Masyarakat Umum lainnya,” Pinta dan tutup Kades Petai Patah (Normansyah) kepada Pemerintah dan melalui Dinas terkaitnya yang disampaikannya kepada Japos.co Kamis (05/12).
Hingga berita ini terbit terkait permasalahan Jembatan Sungai Sarap Rt.12 Dusun Batu Kambing Desa Petai Patah Kecamatan Sandai, hampir semua Masyarakat mengeluhkan jembatan itu dan sangat berharap kepada Pemerintah agar membangunnya menjadi layak diperiode tahun anggaran 2025 kedepan ini.(M HARISY).