Views: 1.3K
DEPOK, JAPOS.CO – Dalam kampanye terbarunya di Kecamatan Sawangan, calon Wali Kota Depok nomor urut 2, Supian Suri, mempertegas komitmennya untuk menghadirkan perubahan nyata di Kota Depok. Di hadapan ratusan warga,Sawangan Supian menyoroti berbagai isu mendesak yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari persoalan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.
“Kehadiran pemerintah harus mampu melayani dan membahagiakan warganya. Sawangan memiliki banyak potensi yang perlu kita maksimalkan demi kesejahteraan bersama,” ujar Supian Minggu (17/11/2024)
Soroti Masalah Lahan Makam dan Infrastruktur Jalan
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama Supian adalah kebutuhan akan lahan makam. Di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk, ketersediaan lahan makam sering kali diabaikan.
“Kita butuh solusi konkret agar warga tidak lagi kesulitan mencari lahan makam. Pemerintah harus hadir untuk memastikan hal ini,” tegasnya.
Selain itu, Supian juga menyoroti kondisi jalan di Sawangan yang dinilai membutuhkan pelebaran untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas warga.
“Jalan yang baik bukan hanya soal mobilitas, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Pelebaran jalan menjadi prioritas agar warga bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman,” tambahnya.
Bau Sampah, Banjir, dan Program Rp300 Juta per RW
Supian juga menyoroti persoalan sampah yang menjadi keluhan warga Sawangan, terutama bau tidak sedap dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang mulai terasa hingga ke kawasan Sawangan. “Masalah ini tidak boleh dibiarkan. Kita harus mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap banjir yang masih menjadi momok bagi warga di beberapa titik. Supian menegaskan bahwa penanganan banjir memerlukan upaya serius, termasuk perbaikan saluran drainase dan program penghijauan.
Untuk menjawab kebutuhan pembangunan di tingkat lokal, Supian memperkenalkan program Rp300 juta per RW per tahun yang akan dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur. Program ini, kata Supian, akan menyentuh langsung kebutuhan warga, termasuk mendukung kegiatan Karang Taruna, organisasi kepemudaan yang menurutnya berperan penting dalam pembangunan sosial.
“Ini bukan program halu. Ini adalah program nyata yang bisa kita wujudkan. Kita harus memastikan pembangunan dirasakan hingga tingkat RW,” katanya.
Kritik Ketidakmerataan Anggaran dan Pentingnya Kolaborasi
Supian juga mengkritik ketidakmerataan alokasi dana sebesar Rp5 miliar per kelurahan yang selama ini dinilai tidak berdampak signifikan hingga ke tingkat RW. Menurutnya, program Rp300 juta per RW adalah solusi untuk memastikan anggaran pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kemitraan dengan berbagai lembaga, seperti perguruan tinggi, pondok pesantren, dan panti asuhan. Baginya, kolaborasi ini merupakan kunci untuk menciptakan kemajuan yang inklusif di Kota Depok.
“Perguruan tinggi, pesantren, dan panti asuhan adalah aset besar bagi kota ini. Kita harus bekerja sama untuk membangun generasi yang lebih baik,” ujar Supian.
Ajakan Perubahan pada Pilkada Depok 27 November
Supian mengakhiri keterangan dengan ajakan untuk bersama-sama mendukung perubahan ” Ayo Masyarakat Depok datang ke TPS memberikan hak pilihnya dengan mencoblos pasangan nomor urut 2 pada Tanggal 27 November,” ucapnya
Ia berharap visi dan misinya dapat diwujudkan melalui dukungan warga, khususnya di Sawangan.
“Mari kita sukseskan perubahan pada 27 November 2024. Ini bukan hanya perjuangan Supian atau Chandra, tapi perjuangan kita semua. Insya Allah, dengan niat yang lurus, kita akan wujudkan perubahan untuk Kota Depok yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kampanye ini, Supian Suri tidak hanya menawarkan visi, tetapi juga solusi konkret untuk berbagai permasalahan di Kota Depok. Dukungan masyarakat menjadi penentu untuk membawa perubahan nyata di Kota Depok.(Joko Warihnyo)