Views: 1.6K
SIMALUNGUN, JAPOS.CO – Proses pengerjaan replanting atau Tanam Ulang (TU) di perusahaan PTPN IV unit Balimbingan tepatnya di Nagori Mekar Mulia dan Bahkisat Kecamatan Tanah Jawa (Simalungun) sampai saat ini masih berlangsung.
Pengerjaan replanting tersebut meliputi areal afdl 2(dua) dan 3 ( tiga), dengan tujuan peremajaan tanaman pohon kelapa sawit berkala agar mampu memberi laba yang besar buat perusahaan PTPN IV pusat medan.
Dari hasil investigasi dilapangan, Selasa (12/03/2024) bahwa pengerjaan TU di unit Balimbingan tersebut, sampai saat ini masih banyak terlihat tidak sesuai kerangka acuan kerja (KAK) atau tidak sesuai dengan SOP yang di sepakati oleh pihak PTPN IV Pusat MEDAN dengan pihak rekanan PT Ambia Mozza Indo.
Beberapa pekerjaan yang tidak sesuai dengan SOP itu terdiri dari, ukuran cipingan, ada beberapa areal yang tidak di ripping, pembongkaran bole bole tidak sesuai ukuran kedalaman yang seharusnya 1,5m serta lebar 1,5m x 1,5 m. Dan itu bisa menyebabkan timbulnya jenis jamur dan munculkan gulma di waktu kelapa sawit usai di tanam.
Areal TU yang tidak sesuai dalam pengerjaan masih di lokasi yang sama yakni di afdl 3 unit Balimbingan,di areal tersebut masih nonggok alat berat Ekvakator merk Sany namun tidak beraktivitas guna memperbaiki cipingan dan pembongkaran bole bole kelapa sawit yang busuk.
Menurut P Sihombing aalah satu warga menyampaikan ke Japos.co, Selasa, (12/03/2024), sepertinya pihak manajemen PTPN IV unit Balimbingan dan pihak rekanan sudah bekerja sama diduga menutupi kesalahan demi meraup keuntungan pribadinya.
Terpisah, saat dikonfirmasi Aulia sebagai manager di PTPN IV unit Balimbingan mengenai pengerjaan replanting pada Tanam Ulang di afdl 2 dan afdl 3, memilih bungkam.
Begitu juga saat Japos.co mengkonfirmasi H Budi Dalimunte pemilik PT Ambia Mozza Indo sebagai pemenang tender yang membagikan sebagian pengerjaan replanting tersebut ke vendor vendor lainnya tidak memberikan tanggapan.
Hingga berita ini diturunkan diduga H Budi Dalimunte dan manager PTPN IV unit Balimbingan kompak memilih bungkam. (RD)